Thuggee India: Kultus Pembunuh Rahasia yang Meneror Selama 600 Tahun

Jauh sebelum dunia modern mengenal mafia atau kartel kriminal, India pernah memiliki kelompok rahasia yang ditakuti selama berabad-abad: Thuggee. Kelompok tersebut bukan sekadar perampok biasa, tetapi organisasi kriminal terstruktur yang dikenal melakukan pembunuhan ritual sebagai persembahan untuk dewi Kali. Catatan tentang Thuggee sudah muncul sejak abad ke-14, dan selama ratusan tahun mereka menjadi mimpi buruk bagi para pelancong yang melintasi jalan-jalan India.

Kelompok ini memiliki sistem organisasi yang sangat rapi untuk ukuran zamannya. Mereka bergerak dalam kelompok kecil dengan peran masing-masing, mulai dari pengintai, pengalih perhatian, hingga eksekutor. Metode pembunuhan yang paling terkenal adalah mencekik korban menggunakan kain atau tali agar tidak menimbulkan darah, sekaligus mengurangi risiko hukuman berat jika tertangkap. Thuggee juga menggunakan bahasa rahasia bernama Ramasi serta tanda-tanda khusus agar komunikasi mereka tidak mudah dipahami orang luar. Karena struktur dan metode operasinya, banyak sejarawan menyebut Thuggee sebagai salah satu bentuk awal organisasi kriminal modern.

Yang membuat Thuggee semakin menyeramkan adalah campuran antara kejahatan dan keyakinan spiritual. Mereka percaya pembunuhan yang dilakukan merupakan bentuk pengabdian kepada Dewi Kali, sehingga aksi kekerasan dianggap memiliki makna religius. Keanggotaan kelompok sering diwariskan dari ayah ke anak, dan beberapa anak korban bahkan dilatih menjadi anggota baru. Meski demikian, mereka juga memiliki aturan tertentu, seperti menghindari pembunuhan terhadap perempuan, anak-anak, dan brahmana dalam beberapa kondisi. Kombinasi antara ritual, kerahasiaan, dan kekerasan membuat nama Thuggee sangat ditakuti di seluruh India.

Akhir kekuasaan Thuggee mulai terjadi pada abad ke-19 ketika pemerintahan kolonial United Kingdom melakukan operasi besar-besaran untuk menghancurkan jaringan mereka. Dengan hukum baru dan interogasi terhadap anggota yang tertangkap, pihak Inggris berhasil membongkar struktur organisasi Thuggee hingga akhirnya kelompok itu runtuh. Salah satu tokoh paling terkenal adalah Behram Jamedar yang disebut telah membunuh ratusan orang. Dari sinilah kata “thug” masuk ke bahasa Inggris sebagai sinonim bagi penjahat brutal. Meski kultus ini sudah lama hilang, kisah Thuggee tetap menjadi salah satu cerita paling gelap dan mengerikan dalam sejarah kriminal dunia.